Rabu, 28 Desember 2011

Hidup : Bersyukur dan Mengabdi

    Sedikit bercerita tentang hidup. Sebuah nikmat yang dianggap banyak orang suatu hal yang lumrah dan wajar. Hidup ditandai dengan masih mengalirnya darah keseluruh tubuh kita, berhembusnya nafas dari dalam badan kita. Tapi apakah hidup hanya sebatas itu? tentu tidak. Setiap orang mempunyai definisi tersendiri tentang hidup yang dialami dan dijalaninya. Menurut saya hidup adalah sebuah proses dimana semakin berkurangnya waktu menuju masa depan dan semakin panjangnya jalan yang harus ditempuh. Hidup adalah sebuah kiasan dimana kita dapat melakukan apapun yang diperintahkan Tuhan sebagai jaminan untuk tetap berdiri dan bertahan, sebuah peristiwa dimana masa kecil berubah menjadi masa remaja kemudiaan seseorang berhasil dikatakan sebagai manusia dewasa.
    Saya berpandangan  bahwa  hidup itu tidak cukup hanya dengan melihat, mendengar dan berjalan. Tetapi hidup adalah proses dimana setiap tindakan wajib dikoreksi, setiap kesalahan wajib diperbaiki dan semangat wajib diperbarui. Banyak orang menyimpulkan bahwa hidup itu menyesuaikan lingkungan dimana kita berdiri, tetapi menurut saya, sikap hidup yang tepatlah yang akan mempengaruhi lingkungan sekitar kita.
    Tuhan memberikan kesempatan dan karunia kehidupan bukan tanpa alasan dan sebab, sungguh Dia-lah Maha Pintar dan Maha Berencana. Tuhan memang memberikan hidup dengan Cuma-Cuma, tapi tdakkah terbesit dibenak kita untuk membalas budi-Nya? Ya, sekalipun Tuhan tidak pernah meminta dari apa yang sudah Dia beri. Hidup adalah pengabdian, ulas saya. Sebuah pengabdian dimana didalam sebuah kehidupan terdapat banyak hal tentang Tuhan yang perlu dipelajari, dan diamalkan. Tuhan memberikan kehidupan agar kita bisa saling berbagi, bercerita, berjabat, merangkul dan saling memahami satu sama lain sebagai makhluk Tuhan yang mempunyai karunia yang sama berupa kehidupan.
    Terkadang orang beranggapan bahwa hidup ini tidak seindah yang Tuhan rangkai dalam kalimat-Nya. Menurut saya, hidup itu sangat indah dan jauh lebih indah jika kita bisa memahami dan mengerti apa yang Tuhan Mau dan Tuhan Inginkan dalam setiap firman-Nya. Hidup itu hanya cukup dengan bersyukur. Sekalipun sangat singkat dan banyak dipandang sebelah mata, tetapi kita perlu tahu, didalam bersyukur Tuhan telah menyiapkan sebuah kejutan kecil yang akan Dia berikan tanpa kita duga.
    Sempat saya memandang bahwa hidup adalah konyol, mimpi buruk dan hal yang sangat saya sesalkan. Saya merasa sangat lelah menjalani-Nya, merasa lelah untuk berbagi, mengabdi bahkan meminta. Tetapi, Tuhan mempunyai jawaban atas semua gunjingan saya. Hidup itu memang penuh dengan dinamika, tidak selamanya sebuah kehidupan dapat berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan, tetapi apa yang kita inginkan dapat kita raih saat kita masih merasakan hidup dan sangat membutuhkan hidup.
    Sebuah pelajaran kecil tentang sebuah kehidupan yang selalu Alm. Ayah saya sampaikan kepada saya, “Saat kamu hendak memahami arti hidup yang sesungguhnya, coba kamu cari tahu apa alasan Tuhan memberikanmu kehidupan. Saat kamu mulai menemukan jawaban dari segala pertanyaan yang kamu ajukan, kembalilah bersujud ke Tuhanmu dan katakanlah bahwa hidupmu memang indah saat berada dijalan-Nya.” 
“Hidup akan tetap berjalan saat kita masih bisa menemukan sejauh mana diri kita dapat bersahabat dengan keadaan yang Tuhan tetapkan dan sejauh mana kita dapat mencari jalan untuk tetap bisa mengabdi kepada Tuhan.” (NSA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar