Hari itu (24/12/11) saya menghabiskan waktu di rumah sahabat saya, Irfa' Nausa. Berbagi tentang cerita indah dan penuh makna, dan akhirnya sepakat untuk menantikan kehadiran sahabat baik kami, senja. Kecintaan kami terhadap senja memang selalu dipandang hal yang "aneh" di kalangan teman-teman kami, tetapi itulah cinta, mempunyai arti tersendiri dalam hidup dan hari-hari kami. Di bawah langit dan gumpalan awan yang selalu saya sebut dengan Gula-Gula Kapas itu, kami bercerita tentang hidup, tentang cinta, cita dan tentang sebuah do'a. Senja memiliki arti tersendiri dalam hati kami, dimana selalu ada senyuman untuk menjemputnya, dan ada kebahagiaan saat mengantarkannya bersujud kepada Sang Khaliq. Itulah senja, sebuah kebahagiaan dan keceriaan kecil saat berjumpa dengannya, dan selalu ada cerita menarik saat kepergiaannya yang selalu dirindukan.
Senin, 26 Desember 2011
Cukup untuk Menunggunya (senja)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar