Sejenak tertegun menerawang kilasan masa lalu yang pernah saya lewati hingga beberapa tahun ini. Setelah nyawa berpaling dari raganya, ada yang berbeda dengan hidup saya detik itu juga. Rasanya hambar. Saat itu juga saya merasa berbeda dengan orang-orang lainnya. Ntah apa yang saya rasakan, yang jelas semuanya membuat hidup saya nampak samar dan banyak batu menancap di sela2 jari kedua kaki saya. Bingung menjelaskan rasa dalam sebuah asa, tapi inilah hidup, tidak bisa dipaksa untuk tetap berjalan di permukaan yang datar dan halus serta lembut. Terjatuh, merangkak, kemudian ku kukuhkan kembali sendi2 kaki yang mulai linu menapaki jalan terjal penuh dengan duri. ‘Saatnya berdiri dan membangun pertahanan’, sapaan halus kepada hati yang terkecil. Terbesit niat untuk menyematkan bendera putih tanda kekalahan saya terhadap hidup dan menyerah dengan semua keadaan yang Dia berikan. Tetapi pikir saya berkata lain, ini bukan saat yang tepat untuk menyerah. ‘Bukankah Tuhan-mu sangat menyayangimu? Lalu apakah tidak ingin kau bersyukur sedikit saja?‘ Sesaat langkah saya terhenti untuk kesekian kalinya dalam memahami keadaan ini, tapi semua itu membuat saya berfikir dan bersyukur, SAYA SUKA CARA TUHAN MENYAYANGI SAYA. ♥
Senin, 13 Februari 2012
Tidak Untuk Menyerah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar