E-mail ke Surga untuk Ayah
...................................................................................................................................................................
Tidak ada lagi sandaran yang selalu menghangatkan tubuhku, tidak ada lagi peneduh saat badai mencoba merobohkanku. Ayah, apa bisa Nia menggantikan tauladan sepertimu? Rasanya mustahil saat aku beroptimis untuk bisa membanggakanmu, rasanya salah aku mendambakan menjadi sosok sepertimu dan rasanya sanksi saat aku berharap aku bisa menggantikan kebijaksanaanmu. Sungguh kau yang terhebat Yah, walaupun tak pernah ku ucap kata itu saat kau masih bisa merasakan denyut jantungku berdetak dalam gendonganmu.
Ingin rasanya kupeluk erat tubuhmu dan bilang kepada-Nya "Tuhan, please ijinkan sekali lagi kupeluknya untuk yang terakhir, menyekat pembuluh air mata yang siap untuk mengalir, memompa semangatku yang semakin hari semakin surut. Tuhan, ku mohon jangan Kau ambil kali ini, ijinkan aku memeluknya, berbisik kata-kata terindahku yang belum pernah kuucapkan dengan lisanku. Sungguh aku menyayanginya lebih dari aku menyayangi ragaku. Tak bisakah kau ubah keputusan-Mu?"
Rasanya kelu saat ku bayangkan jika kesempatan itu menghampiriku, serasa tak percaya dan memang inilah fakta. Kau telah tiada. Seakan mati jaringan yang ada di dalam hati, mellihatmu pergi berpaling dan tak ingin aku mengikuti langkahmu saat itu. Kau bangun dinding pemisah yang lembut, Tuhan. Samar kurasa jarak yang Kau buat, tetapi cinta dan kasihnya masih kurasa sama hingga detik terakhirnya.
Ayah, dapatkah kau membalas semua senyumanku yang terlontar setiap waktu untukmu? Aku memandangmu dalam kenanganku, aku merindumu dalam lamunanku dan aku sangat menyayangimu dalam hembusan nafasku. Sungguh indah jalan yang kau ciptakan untukku mendaki, sungguh suci cinta yang kau beri tanpa henti, hingga akhirnya aku sadar, kau pergi dengan membawa cinta dari kami. Banggaku kepadamu bukan hanya dimulai saat ini, tetapi ingatlah Yah, rasa memilikiku tak akan pernah mati, walau kau tak ada lagi untuk berbagi.
I Miss you, Daddy...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar