E-mail ke Surga untuk Ayah #2
Samar kuingat bayangan indah menghiasi tawa bersama kita. Merenda kebersamaan dengan gumpalan senyum yang selalu terpasang manis penuh sukacita. Ku rasa penuh damai saat ku ingat kembali ulasan lembut merona diwajahmu. Sebuah sinar pencerah saat malam menerkam siang dan membiarkan angin berhembus lebih dingin, dan saat itu pula kau sediakan bahu serta pelukan hangat untuk menjagaku. Hay Ayah, hampir satu tahun kau berlalu. Mustahil bagiku memintamu kembali dan tetap tinggal, tetap bertahan dengan segala macam keluh kesah, gerutu serta nada-nada manjaku kepadamu. Hujan mungkin berhenti saat musim kemarau tiba, tapi cintaku tak akan pernah menyekat kehadiranmu dalam darahku, nafasku, juga pikiranku. Cintamu terpatri erat dalam separuh otakku, mengisi sisa-sisa ruang hampa dan menjelma menjadi udara yang selalu aku hirup.
Ayah, bagaimana denganmu di sana? Ku yakin surga jauh lebih sempurna daripada dunia kumuh ini, ku yakin Tuhanku sungguh menyayangi dan mengasihimu, dan semoga uraian kalimat-kalimat rinduku selalu menghiasi memo-memo disurga-Nya. "Takdir dan skenario-Nya lah yang membuat kita dewasa, membuat kita mengerti bahwa hidup bukan hanya tersenyum, karena batu kerikil didalam hidupmu adalah salah satu properti Tuhan untuk mengujimu. Tuhan sayang, maka Ia tak kan pernah membuatmu lemah.", katamu saat itu. Hidup memang tak seindah saat kau masih bisa merasakan kebersamaan kita, tetapi hidup masih terasa indah saat aku bisa mengenangmu dalam setiap do'a yang ku hantarkan untukmu.
Ayah, ku berharap semua maaf yang belum terucap dapat dinilai Tuhan dan dileburkan. Ku berjanji hidupku akan jauh lebih baik dari hari yang lalu. Ku sadari belum separuh ku lewati jejak langkah yang kau tinggalkan, dan ku tau pengabdianku cukup lama untuk menyeimbangkan semua hal yang selalu kau utarakan, selalu kuharapkan, dan selalu kau inginkan dariku. Tapi percayalah, dengan restu yang selalu kau alirkan dari surga, ku pastikan cintamu kepadaku akan berbalas. Tenang dalam surga-Nya ayah, bersenandunglah bersama malaikat-malaikat suci-Nya dan tebarkan alunan-alunan lagu cintamu kepada kami yang selalu merindukanmu.
Yang selalu mencintaimu,
Nia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar